Selasa, 21 Mei 2013

Menanti Malam


Sebuah kehidupan, mengalir menggapai malam, menuju pagi, mencari siang, mengunduh sore menanti malam kembali. Dia menjadi bagian yang tidak bisa dihentikan, dimundurkan dan dimajukan. Kita hanya mampu menjalani, menikmati, merasakan. Suka dan Duka, menjadi noktah yang juga selalu menyertainya. Jangan pernah merasa kecil karenanya, dan jangan juga pernah merasa besar berada disekitarnya. Dia datang dan pergi, setiap hari. Kita rasakan, kita tapaki bersama, tanpa bisa menghentikan dan menahannya. Malam seperti detik jarum jam yang akan terdengar ketika kita benar ingin mendengarnya.
Ketika malam mulai merajuk, setiap kita akan terus dan terus mencoba melintasinya. Seperti tanpa kebosanan, berjalan menyongsongnya, berhenti sejenak mengeningkannya, mencoba dan mencoba merawat malam itu menjadi indah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar