Selasa, 21 Mei 2013

Belajar Mengenal Laba-Laba

Laba-Laba (1)
Bersama Stephan Muller dan Marianne Sinner 

di Basel Switzerland:mereka adalah bagian keluarga.
Memulai dari satu titik, menebar 'rantai' jejaring, kemudian dia menjadi survive dihadapannya. Upaya, kerja kerasnya, membangun kehidupan tidak mengenal menyerah. Dia hanya mampu berusaha dan berusaha, dari titik pijakan ke pijakan yang lain, menguatkan rangkaian jejaringnya, mengutuhkannya, merangkai semua menjadi rumah kehidupan. 
Itulah Jejaring Laba-Laba. Dia bangun, dia kokohkan, dia mampukan, dia pelihara dan dia rawat dengan seksama sepanjang hari. Selanjutnya dia gunakan untuk menjadi survive di dalam keganasan kehidupan sekitar. Dia bertahan dan dia tidak ganas, seperti asumsi dan perilaku sekitarnya. 
Memangsa dan/atau dimangsa, bukanlah prinsif ketika dia mencoba untuk bertahan melawan keadaan. Jejaring itu dia gunakan memahami hidup dan kehidupannya. Bahwa, semakin melebar, semakin meluas, semakin menjauh, semakin menguat, semakin diperhatikan dan semakin dipelihara. Disitulah dia mendapatkan kesempatan hidup dan kehidupan yang lebih berguna. Dia pusatkan dirinya di titik sentral kehidupan sekitar jejaringnya, dia memulai pergerakan kesehariannya dari titik sentral kehidupan. Dia selalu berada di tengah-tengah kehangatan jejaring yang dia bangun secara utuh untuk mampu menjalani hidup dan kehidupannya. Dalam jejaring itu, dia mampu hidup dan berkembang mengisi dirinya, berada dan menjadi bagian dari kehidupan alam sekitar. Ketika lalat atau binatang lain mencoba menyerah, sarang yang dibangun, dia sudah barang tentu menghindar dari pusat jejaringnya, kemudian memangsa binatang yang terperangkap di pusaran itu.
Menjadi sangat mustahil, apabila asumsi sekitar mengungkap bahwa dia ganas ketika diusik sarangnya. Apakah ada kebenaran ketika dia memulai berangkat dengan nawaitu 'membangun kehidupan' dengan membuat jejaring. Ketika kita mampu belajar dari realitas alam seperti itu, maka makna hidup dan kehidupan, menjadi begitu tinggi. (to be continue)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar